Arif Surahman 5210100124
Febri Ari
Wicaksono 5210100150
Pengertian
Merupakan
sebuah proyek yang digunakan untuk meminimalkan resiko yang diakibatkan oleh
sebuah kejadian yang tak terduga atau dalam hal ini yang disebut dengan
Disaster. Proyek ini merupakan proyek yang sangat penting. Sebesar apapun
proyek yang diberikan maka butuh sebuah data yang terbackup ke sebuah system
yang lain[1]. Sebuah disaster recovery sangatlah penting untuk meminimalisir
adanya resiko yang sudah pasti terjadi, semakin ini dipersiapkan maka resiko
yang akan diterima akan semakin kecil. Hal inilah yang sebenarnya merupakan
tujuan utama dari disaster recovery
project.
Pada dasarnya proyek
ini merupakan sebuah tindakan preventif dan juga pemulihan sebelum dan sesudah
terjadi bencana. Dengan tindakan ini maka setiap kejadian yang tidak terduga
dan memiliki resiko tertinggi bisa diminimalisir dengan sekecil-kecilnya.
Masalah seperti ini biasanya lebih pada bencana alam atau yang diakibatkan oleh
makhluk hidup yang tergolong ketidak sengajaan. Misalnya pada bencana seperti
bencana gempa bumi yang dapat meruntuhkan banguan-bangunan besar seperti
perkantoran dan pusat perbelanjaan ataupun sekolohan. Misalnya dalam suatu
perkantoran terdapat sebuah server database maka disaster recovery project ini lebeih kearah bagaimana memulihakan
dengan. Proyek jenis ini tidak hanya memulihkan tapi bagaimana mengantisipasi
agar ketika bencana serupa terjadi kerugian bisa diminimalisir seminimimal
mungkin. Sebenarnya proyek ini tidak hanya terdapat dalam golongan proyek IT
namun proyek non-IT juga membutuhkan proyek jenis ini. Misalnya terdapat gedung
sekolah yang terkena bencana gempa bumi, maka diperlukan disaster recovery project untuk mengembalikan ke keadaan semula
sekaligus melakukan pencegahan agar jika terjadi bencana yang hampir serupa
kerugian yang dialami akan jauh berkurang atau bahkan tidak ada, dibanding
kerugian paska bencana sebelumnya.
Tantangan
Tantangan
yang mungkin dihadapi oleh para praktisi yang akan mengerjakan disaster recovery project adalah
bagaimana meramalkan seperti apa kejadian yang akan terjadi. Mengingat
perngertian disaster yang menurut pamahaman orang
secara umum merupakan kejadian yang tak bisa terduga seperti apa kejadiannya
dan kapan akan terjadi. Hal inilah nantinya yang akan menjadi tantangan
terbesar bagi pelaksana disaster recovery.
Tantangan selanjutnya adalah merencanakan bagaimana bencana ini akan diatasi,
kesulitan disini adalah tentang bagaimana memperkirakan besar kerusakan yang
mungkin terjadi, sehingga mampu diperkirakan sejauh mana kerusakan tersebut akan
di minimalisir. Semakin mendekati kenyataan yang akan terjadi maka proyek ini
bisa dikatakan berhasil. Dalam penanganannya dalam disaster recovery project ini perlu dilakukan adanya simulasi dalam
mengatasi masalah disesuaikan dengan asumsi yang ada. Tantangan lain yang terberat adalah ketika
pemulihan dilakukan dari bencana yang telah terjadi. Secara hukum alam membuat
baru lebih sulit dibanding dengan merusak. Hal inilah yang menjadi tantangan
bagaimana mengembalikan ke keadaan semula setelah terjadi bencana. Tentunya diperlukan
kiat-kiat khusus agar objek yang menjadi korban dari bencana bisa kembali
seperti semula atau menjadi lebih baik dari kedaan sebelum terjadi bencana.
Contoh Proyek dan Penanganan
Contoh
projek yang mengenai disaster
recovery project adalah
bagaimana pemerintah mengembalikan keadaan pasca bencana tsunami aceh pada
beberapa tahun silam. Pada proyek ini semua hal benar-benar diatur dengan
berbasis 3E (Efektif, Ekonomis, Efisien) denagn begini pemulihan yang dilakukan
terhadap tiap lembaga bisa diatur secara jelas dan tegas. Dalam hal pemulihan
semua stakeholder yang terlibat langsung berasal dari pemerintah mulai dari
presiden, menteri-menteri hingga LSM – LSM yang peduli terhadap proyek
pemulihan ini. Bagian yang dipulihkan adalah terutama pada bagian administrasi.
Dibawah ini akan diperlihatkan daftar tabel entitas-entitas yang terkait
langsung dalam proyek ini
Setelah diketahui entitas-entitas yang
terlibat dalam proyek ini, maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah
mengetahui, batasan-batasan kerja yang harus dilakukan oleh masing-masing
entitas dan juga rencana strategis apa yang bisa dilakukan dalam mengerjakan
proyek ini.[2] Lebih lengkapnya tentang proyek ini bisa download pada link ini dibawah ini
Manajemen Bencana Administrasi dan Akuntansi
Manajemen Bencana Administrasi dan Akuntansi
Jawaban Pertanyaan
What is the principle object
of a disaster recovery project?
Apa prinsip objek dari proyek pemulihan bencana?
Pada prinsipnya objek dari proyek ini adalah kerusakan yang terjadi pada
sebuah sistem yang kita bangun baik dari infrastruktur hingga proses-proses
yang terjadi didalamnya. Kerusakan yang terjadi akibat ketidak sengajaan yang
biasanya terjadi, pada proyek ini sasaran utamanya adalah bagaimana melakukan
pemulihan dari bencana hingga bagaimana melakukan pencegahan dari bencana yang mungkin
akan datang setelah bencana yang sebelumnya terjadi.
1Project Management for Information
Systems 5th Edition by Cadle and Yeates (halaman 3 - 11)
2DISASTER RECOVERY PLANNING: MANAJEMEN BENCANA ADMINISTRASI DAN AKUNTANSI by Jan Hoesada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentarmu membangun blogku