Selasa, Februari 28, 2012

Tugas 2 : Disaster Recovery Planning



Arif Surahman   5210100124
Febri Ari Wicaksono   5210100150

Pengertian

                Merupakan sebuah proyek yang digunakan untuk meminimalkan resiko yang diakibatkan oleh sebuah kejadian yang tak terduga atau dalam hal ini yang disebut dengan Disaster. Proyek ini merupakan proyek yang sangat penting. Sebesar apapun proyek yang diberikan maka butuh sebuah data yang terbackup ke sebuah system yang lain[1]. Sebuah disaster recovery sangatlah penting untuk meminimalisir adanya resiko yang sudah pasti terjadi, semakin ini dipersiapkan maka resiko yang akan diterima akan semakin kecil. Hal inilah yang sebenarnya merupakan tujuan utama dari disaster recovery project.
Pada dasarnya proyek ini merupakan sebuah tindakan preventif dan juga pemulihan sebelum dan sesudah terjadi bencana. Dengan tindakan ini maka setiap kejadian yang tidak terduga dan memiliki resiko tertinggi bisa diminimalisir dengan sekecil-kecilnya. Masalah seperti ini biasanya lebih pada bencana alam atau yang diakibatkan oleh makhluk hidup yang tergolong ketidak sengajaan. Misalnya pada bencana seperti bencana gempa bumi yang dapat meruntuhkan banguan-bangunan besar seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan ataupun sekolohan. Misalnya dalam suatu perkantoran terdapat sebuah server database maka disaster recovery project ini lebeih kearah bagaimana memulihakan dengan. Proyek jenis ini tidak hanya memulihkan tapi bagaimana mengantisipasi agar ketika bencana serupa terjadi kerugian bisa diminimalisir seminimimal mungkin. Sebenarnya proyek ini tidak hanya terdapat dalam golongan proyek IT namun proyek non-IT juga membutuhkan proyek jenis ini. Misalnya terdapat gedung sekolah yang terkena bencana gempa bumi, maka diperlukan disaster recovery project untuk mengembalikan ke keadaan semula sekaligus melakukan pencegahan agar jika terjadi bencana yang hampir serupa kerugian yang dialami akan jauh berkurang atau bahkan tidak ada, dibanding kerugian paska bencana sebelumnya.

Tantangan

                Tantangan yang mungkin dihadapi oleh para praktisi yang akan mengerjakan disaster recovery project adalah bagaimana meramalkan seperti apa kejadian yang akan terjadi. Mengingat perngertian  disaster yang menurut pamahaman orang secara umum merupakan kejadian yang tak bisa terduga seperti apa kejadiannya dan kapan akan terjadi. Hal inilah nantinya yang akan menjadi tantangan terbesar bagi pelaksana disaster recovery. Tantangan selanjutnya adalah merencanakan bagaimana bencana ini akan diatasi, kesulitan disini adalah tentang bagaimana memperkirakan besar kerusakan yang mungkin terjadi, sehingga mampu diperkirakan sejauh mana kerusakan tersebut akan di minimalisir. Semakin mendekati kenyataan yang akan terjadi maka proyek ini bisa dikatakan berhasil. Dalam penanganannya dalam disaster recovery project ini perlu dilakukan adanya simulasi dalam mengatasi masalah disesuaikan dengan asumsi yang ada. Tantangan lain yang terberat adalah ketika pemulihan dilakukan dari bencana yang telah terjadi. Secara hukum alam membuat baru lebih sulit dibanding dengan merusak. Hal inilah yang menjadi tantangan bagaimana mengembalikan ke keadaan semula setelah terjadi bencana. Tentunya diperlukan kiat-kiat khusus agar objek yang menjadi korban dari bencana bisa kembali seperti semula atau menjadi lebih baik dari kedaan sebelum terjadi bencana.

Contoh Proyek dan Penanganan

                Contoh projek yang mengenai disaster recovery project adalah bagaimana pemerintah mengembalikan keadaan pasca bencana tsunami aceh pada beberapa tahun silam. Pada proyek ini semua hal benar-benar diatur dengan berbasis 3E (Efektif, Ekonomis, Efisien) denagn begini pemulihan yang dilakukan terhadap tiap lembaga bisa diatur secara jelas dan tegas. Dalam hal pemulihan semua stakeholder yang terlibat langsung berasal dari pemerintah mulai dari presiden, menteri-menteri hingga LSM – LSM yang peduli terhadap proyek pemulihan ini. Bagian yang dipulihkan adalah terutama pada bagian administrasi. Dibawah ini akan diperlihatkan daftar tabel entitas-entitas yang terkait langsung dalam proyek ini




Setelah diketahui entitas-entitas yang terlibat dalam proyek ini, maka langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengetahui, batasan-batasan kerja yang harus dilakukan oleh masing-masing entitas dan juga rencana strategis apa yang bisa dilakukan dalam mengerjakan proyek ini.[2] Lebih lengkapnya tentang proyek ini bisa download pada link ini dibawah ini
 Manajemen Bencana Administrasi dan Akuntansi

Jawaban Pertanyaan

What is the principle object of a disaster recovery project?
Apa prinsip objek dari proyek pemulihan bencana?
Pada prinsipnya objek dari proyek ini adalah kerusakan yang terjadi pada sebuah sistem yang kita bangun baik dari infrastruktur hingga proses-proses yang terjadi didalamnya. Kerusakan yang terjadi akibat ketidak sengajaan yang biasanya terjadi, pada proyek ini sasaran utamanya adalah bagaimana melakukan pemulihan dari bencana hingga bagaimana melakukan pencegahan dari bencana yang mungkin akan datang setelah bencana yang sebelumnya terjadi.

1Project Management for Information Systems 5th Edition by Cadle and Yeates (halaman 3 - 11)
2DISASTER RECOVERY PLANNING: MANAJEMEN BENCANA ADMINISTRASI DAN AKUNTANSI by Jan Hoesada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentarmu membangun blogku